Perayaan Tahun Baru Bukan Maret, Ini Penjelasannya

Perayaan Tahun Baru Bukan Maret, Ini Penjelasannya. Perayaan tahun baru bukanlah hal baru. Sebuah tradisi dunia untuk merayakan di setiap pergantian tahun dengan harapan tahun berikutnya adalah tahun penuh berkah dan kesuksesan di setiap apa yang dikerjakan. Tahun berikutya harus lebih baik daripada tahun kemarin. Hanya itu kan yang kita inginkan. Eit, jangan lupa, dikoreksi, ya bila ada yang kurang, apa yang kita lakukan di tahun kemarin kurang sempurna.

Merayakan tahun baru dengan heboh sudah ada sejak ribuan tahun lalu, tepatnya tahun 2000 sebelum masehi. Saat itu bangsa Mesopotamia yang awal melakukan perayaan ini. Mesopotamia adalah beradaban tertua di dunia, terletak di antara dua sungai besar yakni sungai Tigris dan Erfat, atau sekarang lebih dikenal sebagai negara Irak  

Bangsa Romawi yang pertama kali menjadikan bulan Maret sebagai awal tahun baru. Namun ada pula bangsa lain bertolak belakang, yakni menggunakan equinok musim gugur atau titik balik matahari musim dingin sebagai penanda awal tahun.

Tahun 1582 ketika Gereja Katolik Roma menggunakan kalender Gregorian barulah perayaan tahun baru mengalami perubahan, yang semula di bulan Maret menjadi di bulan Januari. Sedangkan Januari diambil dari nama dewa yang bernama Janus, yang mempunyai dua muka. Satu melihat ke depan dan satunya lagi melihat ke belakang.

Ada beragam tradisi dalam menyambut tahun baru, ada pula tradisi pemujaan. Namun kian tahun arti pergantian tahun dimaknai dengan perubahan dari yang buruk dan menyempurnakan yang sudah baik. Atau membuat resolusi untuk tahun berikutnya.

Di Amerika ada tradisi unik untuk menyambut tahun baru yaitu dengan makan kacang polong hitam sebagai harapan baru.

Perayaan tahun baru di kota-kota besar dengan segala pernak-pernik kemeriahannya awalnya tahun 1904 dimana Times Squere, New York yang meresmikan kantor barunya di atas atap One Times Squere dengan menyalakan kembang api. Sejak itu kemeriahan menyambut tahun baru selalu diadakan pesta yang meriah dan ciamik.

Namun ada pula yang merayakannya hanya dalam lintas keluarga nonton tv sambil makan-makan, atau merayakannya dengan teman sekantor. Apa pun perayaannya sikapi dengan bijak. Selamat Tahun Baru 2020. Perayaan Tahun Baru Bukan Maret, Ini Penjelasannya.

(sumber:CNN/ Penulis: warna rupa sejati)